341 RIBU PENUMPANG GUNAKAN WHOOSH, KARAWANG CATAT LONJATAN TERTINGGI

Sumber : KCIC


Jakarta — Jumlah penumpang kereta cepat Whoosh melonjak signifikan selama masa libur Lebaran 2025. Data dari PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat bahwa sebanyak 341.100 penumpang telah menggunakan layanan kereta cepat Jakarta–Bandung tersebut selama periode 21 Maret hingga 11 April 2025.

Lonjakan paling mencolok terjadi di Stasiun Karawang, yang kini menjadi tujuan baru favorit. Selama periode tersebut, sebanyak 22.419 penumpang naik atau turun di stasiun tersebut. Puncak arus penumpang tercatat pada 3 April 2025 (H+2 Lebaran), dengan 2.305 orang dalam satu hari. Angka ini meningkat hampir empat kali lipat dari rata-rata harian sebelum Lebaran yang hanya sekitar 500 penumpang.

Tingginya minat masyarakat terhadap Stasiun Karawang dipengaruhi oleh dua faktor utama. Pertama, adanya koneksi langsung menuju Grand Outlet Karawang, pusat belanja yang berlokasi tidak jauh dari stasiun. Penyediaan layanan shuttle bus gratis juga turut mendorong minat wisatawan yang ingin berbelanja. Diperkirakan sekitar 30 persen penumpang di Karawang memanfaatkan fasilitas ini.

Kedua, promosi tarif yang diberlakukan selama periode liburan turut mendorong masyarakat mencoba moda transportasi cepat ini. Waktu tempuh yang singkat dan kenyamanan dalam perjalanan membuat Whoosh menjadi alternatif transportasi yang diminati.

KCIC menargetkan peningkatan jumlah keberangkatan untuk mengakomodasi permintaan yang terus naik. Pada Februari 2025 lalu, jadwal perjalanan ditambah hingga 62 kali sehari. Untuk Stasiun Karawang, perusahaan menargetkan jumlah penumpang bisa meningkat hingga 14.000 orang per hari, seiring dengan peningkatan layanan dan aksesibilitas.

Puncak arus balik juga tercatat pada 6 April 2025 (H+5 Lebaran), dengan jumlah penumpang harian mencapai 23.500 orang. Angka ini menunjukkan bahwa Whoosh semakin menjadi pilihan utama masyarakat dalam bepergian, khususnya selama musim libur.

Sebagai bentuk antisipasi atas tingginya antusiasme publik, KCIC juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pengelola kawasan komersial di sekitar stasiun. Upaya integrasi moda transportasi lanjutan, seperti angkutan umum lokal dan transportasi daring, menjadi fokus agar akses penumpang semakin mudah dan efisien.

Dengan peningkatan konektivitas dan fasilitas penunjang, Karawang diperkirakan akan berkembang menjadi pusat pertumbuhan baru dalam jaringan transportasi cepat Indonesia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESMI DIBUKA! PHOTOMATICS DI AEON MALL TANJUNG BARAT, SPOT FOTO WAJIB UNTUK GENERASI HITS

MENYELAMI SEMESTA KREATIF ARKIV VILMANSA: KOLABORASI, WARNA, DAN REFLEKSI DALAM SENI KONTEMPORER

LANGKAH EMAS: KRITIK SOSIAL MASDIBYO MELALUI SENI VISUAL