IMBAS KEKACAUAN KONSER DAY6, DPR DESAK PEMERINTAH TINJAU IZIN PROMOTOR

    Sumber : kompas

Jakarta – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mendesak pemerintah mengevaluasi izin operasional promotor konser menyusul kekacauan yang terjadi dalam konser DAY6 di Jakarta pada Sabtu, 3 Mei 2025.

Konser grup band asal Korea Selatan itu semula dijadwalkan berlangsung di Jakarta International Stadium (JIS), namun mendadak dipindahkan ke Stadion Madya Gelora Bung Karno (GBK) dengan alasan bentrokan jadwal. Pergantian venue ini memicu keluhan penonton karena dianggap menurunkan kualitas pengalaman konser, terutama dari sisi kapasitas dan fasilitas.

Selain perubahan lokasi, sejumlah penonton melaporkan tidak menerima e-ticket meskipun telah membayar melalui platform resmi Mecimashop. Beberapa di antaranya bahkan mengaku menerima kategori tiket yang berbeda dari pesanan awal. Kondisi ini menimbulkan kerugian finansial bagi penonton, termasuk biaya akomodasi dan transportasi yang tidak dapat dikembalikan.

Masalah tersebut menambah daftar panjang persoalan dalam industri konser di Indonesia. Sepanjang 2024, tercatat ratusan aduan publik terkait layanan tiket, ketidaksesuaian fasilitas, dan perubahan teknis yang diumumkan mendadak oleh pihak penyelenggara.

Komisi X DPR RI menilai perlu adanya pengawasan ketat terhadap pelaksanaan konser berskala besar, terutama terkait transparansi layanan dan perlindungan konsumen. Selain itu, regulasi perizinan promotor dinilai perlu diperbarui agar dapat menjamin standar penyelenggaraan yang profesional dan akuntabel.

Penggemar DAY6 juga menyampaikan protes kepada agensi yang menaungi grup tersebut, menuntut tanggung jawab promotor atas ketidaksesuaian layanan. Sebagian dari mereka membagikan kronologi dan bukti pembelian tiket di media sosial, yang kemudian memicu perhatian publik luas.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif maupun dari pihak promotor terkait tindak lanjut atas insiden ini. Kasus ini menjadi sorotan nasional dan memperkuat urgensi pembenahan tata kelola industri hiburan di Indonesia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESMI DIBUKA! PHOTOMATICS DI AEON MALL TANJUNG BARAT, SPOT FOTO WAJIB UNTUK GENERASI HITS

MENYELAMI SEMESTA KREATIF ARKIV VILMANSA: KOLABORASI, WARNA, DAN REFLEKSI DALAM SENI KONTEMPORER

LANGKAH EMAS: KRITIK SOSIAL MASDIBYO MELALUI SENI VISUAL